Translate

VIDIO LUCU

VIDIO LUCU
ANAK
Showing posts with label KECAMATAN DI SAMBAS. Show all posts
Showing posts with label KECAMATAN DI SAMBAS. Show all posts

Sunday, 21 December 2014

Sejangkung, Sambas

SAMBAS INCONOM

Sejangkung
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Kalimantan Barat
Kabupaten Sambas
Pemerintahan
 • Camat Azikin Ansari, S.Sos.
Luas 291,26 ha
Jumlah penduduk -
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan 12 desa
Sejangkung adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia.

Sejarah Pembentukan

Sejangkung merupakan kecamatan pemekaran dari kecamatan Sambas. Kecamatan ini dibentuk bedasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat No. 014/Peml-2q-1963 tertanggal 12 Mei 1963. Namun, peresmiannya baru dilakukan pada 20 April 1963 oleh Guberkur Kalimantan Barat kala itu, Johanes Chrisostomus Oevang Oeray.

Wilayah

Sejangkung berjarak sekitar 13 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Sambas dan 33 km dari pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat. Luas wilayah Sejangkung dahulunya seluas ± 855,00 ha dan membawahi 14 desa. Namun, karena diberlakukannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1996 tentang Pembentukan 16 (Enam Belas) Kecamatan di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Pontianak, Sanggau, Sambas, Sintang, Ketapang, dan Kapuas Hulu Dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat, maka luas wilayah Kecamatan Sejangkung berkurang menjadi ± 291,26 ha dan hanya membawahi 12 desa. Dua desa, yaitu desa Kaliu/Kaliau dan Sebunga masuk ke dalam wilayah kecamatan Sajingan Besar.
Wilayah Kecamatan Sejangkung dibelah oleh Sungai Sambas Besar dan anak-anak sungainya, yaitu: Sungai Sajingan, Sungai Maklebar, Sungai Al Anas, Sungai Bejongkong, Sungai Sada'an, Sungai Acan, dan Sungai Emas. Sngai-sungai tersebut dapat dilayari oleh motor air yang memiliki berat hingga 10 ton.

Batas Administrasi

Arah Mata Angin Berbatasan dengan
Utara Kecamatan Galing dan Sajingan Besar
Selatan Kecamatan Sambas dan Subah
Timur Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas dan Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang
Barat Kecamatan Galing dan Teluk Keramat

Camat

Di bawah ini adalah daftar perjabat yang pernah menjadi Camat Sejangkung:
  1. Muhammad Hasan, B.A.
  2. Maizir, B.A.
  3. Thamrin Djabak, B.A.
  4. Drs. Fahadi B.Z.
  5. Drs. Bujang Syukrie M.S.
  6. M. Sadjri Zainuddin, S.Sos.
  7. U. Burhanuddin, S.Sos.
  8. Sayuti, S.Sos.
  9. Azikin Ansari, S.Sos.

sejarah kecamatan Teluk Keramat, Sambas

Teluk Keramat
 Hasil gambar untuk kecamatan teluk keramat
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Kalimantan Barat
Kabupaten Sambas
Pemerintahan
 • Camat Drs. H. Uray Heriansyah
Luas 510,15 km2
Jumlah penduduk -
Kepadatan - jiwa/km2;
Teluk Keramat adalah sebuah kecamatan di wilayah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia.

Pusat Pemerintahan

Pusat pemerintahan Kecamatan Teluk Keramat terletak di Desa Sekura.

Batas Wilayah

Berikut ini merupakan batas-batas wilayah Kecamatan Teluk Keramat:
Arah Mata Angin Berbatasan dengan
Utara Kecamatan Tangaran
Selatan Kecamatan Tekarang dan Kecamatan Sambas
Timur Kecamatan Sejangkung dan Kecamatan Sambas
Barat Kecamatan Jawai Selatan

Wilayah Administrasi

Kecamatan Teluk Keramat terdiri dari 24 (dua puluh empat) desa, yaitu:
  • Desa Sungai Kumpai
  • Desa Sekura
  • Desa Tri Mandayan
  • Desa Pedada
  • Desa Lela
  • Desa Puringan
  • Desa Berlimang
  • Desa Sungai Baru
  • Desa Sengawang
  • Desa Teluk Kasih
  • Desa Sepadu
  • Desa Tambatan
  • Desa Kubangga
  • Desa Sungai Serabek
  • Desa Sayang Sedayu
  • Desa Pipit Teja
  • Desa Matang Segantar
  • Desa Mulia
  • Desa Teluk Kembang
  • Desa Samustida
  • Desa Tanjung Kerucut
  • Desa Sebagu
  • Desa Mekar Sekuntum
  • Desa Kuala Pangkalan Keramat

Pemekaran

Pada awal pembentukannya, Kecamatan Teluk Keramat terdiri dari 39 (tiga puluh sembilan) desa dan memiliki luas ± 133.511 Ha. Namun, dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1996 tentang Pembentukan 16 (Enam Belas) Kecamatan di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Kabupaten Mempawah, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sintang, Kabupaten Ketapang, dan Kabupaten Kapuas Hulu Dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat, maka wilayah Kecamatan Teluk Keramat berkurang menjadi 1.050,11 Km2. Wilayah yang dikurangi adalah Desa Santaban dan Desa Senatab.
Kemudian, Pemerintah Kabupaten Sambas mengeluarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sambas Nomor 5 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kecamatan Galing dan Kecamatan Subah, maka luas wilayah Kecamatan Teluk Keramat kembali berkurang menjadi 696,82 Km2, dengan wilayah bawahan sebagai berikut seperti disebutkan sebelumnya.

Camat

Beikut adalah daftar nama Camat Teluk Keramat sejak 1952:
  1. Raden Saleh
  2. Raden Tayeb
  3. Raden Dete’ Putra Perdana
  4. Raden Bujur
  5. Raden Tajudin
  6. Raden Tahmid Panji Anom
  7. Raden Abdullah
  8. Raden Abdul Gani
  9. Raden Mas Marsidi
  10. Uray Zakaria
  11. Uray Sariddin
  12. Raden Siradj
  13. Firdaus
  14. Uray Karnaen
  15. Uray Ibrahim
  16. Muhammad Ali Rais
  17. R. Abu Bakar Panji Anom (Pangeran Amardiraja)
  18. Uray Umar
  19. Muhammad Yaman Gani
  20. Uray Basuni Muhammad
  21. Syur’ie Nawawi, BA
  22. Kap. Inf. (RPKAD) Paidin Samad
  23. Frans Vitus L, B.A.
  24. Kap. Inf. Ondon Sutisna
  25. Drs. Abidin Noer
  26. Drs. Aminuddin Hardigaluh
  27. Drs. Agus Arifin A.B.
  28. Drs. Bur’ie Bani
  29. Arlizen. AB, S.Sos.
  30. Drs. H. Zulkifli
  31. Uray Joni Darwin, S.Sos.
  32. Drs. H. Uray Heriansyah

Saturday, 6 December 2014

SEJARAH BERDIRINYA KECAMATAN JAWAI


 

Jawai adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sambas, provinsi Kalimantan Barat. Penduduknya bermata pencaharian petani, nelayan atau pedagang kelontong. Perkampungan ini agak terisolasi. Jika dari Pontianak jaraknya ±200 km, dan seseorang perlu naik angkot sebanyak dua kali ditambah naik kapal motor.

 

 

Sejarah

Nama Kecamatan Jawai berasal dari nama pohon yang berdaun rimbun yang mana oleh masyarakat diberi nama pohon jawai yang tumbuh ditepi pantai/muara sungai Desa Bukit Raya.

Pembentukan

Kecamatan Jawai secara resmi berdiri pada tanggal 17 Agustus 1957 dengan Ibukotanya Desa Sentebang. Kecamatan Jawai merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Sambas dengan luas wilayah pada waktu itu (sejak berdirinya) ± 376,27 Ha dengan membawahi 20 Desa yang terdiri dari :
  1. Desa Sarang Burung Danau
  2. Desa Sungai Nilam
  3. Desa Sarang Burung Kolam
  4. Desa Sarang Burung Usrat
  5. Desa Sarang Burung Kuala
  6. Desa Pelimpaan
  7. Desa Parit Setia
  8. Desa Bakau
  9. Desa Sungai Nyirih
  10. Desa Sentebang
  11. Desa Dungun Laut
  12. Desa Jawai Laut
  13. Desa Jelu Air
  14. Desa Matang Terap
  15. Desa Suah Api
  16. Desa Sarilaba A
  17. Desa Sarilaba B
  18. Desa Semperiuk A
  19. Desa Semperiuk B
  20. Desa Sabaran.

Batas Wilayah

Adapun batas wilayah Kecamatan Jawai adalah sebagai berikut :
Arah Mata Angin Berbatasan dengan
Utara Kecamatan Jawai Selatan
Selatan Kecamatan Pemangkat dan Kecamatan Semparuk
Timur Kecamatan Tekarang
Barat Laut Natuna

Wilayah Administrasi

Dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Kabupaten Sambas Nomor 5 Tahun 2004 tentang Pembentukan Kecamatan Jawai Selatan, Kecamatan Sajad dan Kecamatan Sebawi, maka luas wilayah Kecamatan Jawai berkurang menjadi 270,40 Km2, dengan wilayah administrasi sebagai berikut :
  1. Desa Sarang Burung Danau
  2. Desa Sungai Nilam
  3. Desa Sarang Burung Kolam
  4. Desa Sarang Burung Usrat
  5. Desa Sarang Burung Kuala
  6. Desa Pelimpaan
  7. Desa Parit Setia
  8. Desa Bakau
  9. Desa Sungai Nyirih
  10. Desa Sentebang
  11. Desa Dungun Laut

Camat

Sejak tahun 1957 s/d sekarang pejabat-pejabat yang pernah duduk sebagai Camat yakni sebagai berikut :
  1. Asmunie Mursal
  2. Soekran Usman
  3. Urai Arwie
  4. Urai Adli
  5. Muhammad Thahir
  6. Wisno Suprapto
  7. Urai Nurdin
  8. Urai Basuni
  9. Supardi
  10. Suratman Taufiq, BA
  11. Sy. Saleh Alkadri, BA
  12. Drs. Syaiful Djamil
  13. Drs. Agus Arifin. AB
  14. Drs. Machdi Muhsin
  15. Drs. Suparto Djunit.
  16. Syaiful Hakim, S.Sos
  17. Suhardi, BA

TERBENTUKNYA KECAMATAN TEBAS

Tebas adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia. Terletak Diantara 059' Lintang Utara Serta 117' Lintang Utara dan 10903' Bujur Timur serta 10925' Bujur Timur.Terkenal dengan hasil bumi tanaman jeruk yang pernah terkenal sebagai 'jeruk Pontianak' sebelum tata niaga jeruk yang menghancurkan kejayaan jeruk pada masa itu. Sebagian besar pekerjaan Masyarakat adalah Petani, selebihnya Pedagang, Buruh, Nelayan, dan Pegawai.

Pembentukan

Kecamatan Tebas dibentuk menjadi Kecamatan sejak tahun 1956. Pada awalnya memiliki luas wilayah ± 624,24 Km² dengan membawahi 30 Desa yang terdiri dari :
  1. Desa Tebas Kuala
  2. Desa Tebas Sungai
  3. Desa Sempalai
  4. Desa Bekut
  5. Desa Sejiram
  6. Desa Makrampai
  7. Desa Dungun Perapakan
  8. Desa Mekar Sekuntum
  9. Desa Mensere
  10. Desa Sungai Kelambu
  11. Desa Serindang
  12. Desa Matang Labong
  13. Desa Serumpun Buluh
  14. Desa Pusaka
  15. Desa Mak Tangguk
  16. Desa Tekarang
  17. Desa Pangkalan Kongsi
  18. Desa Batu Mak Jage
  19. Desa Bukit Segoler
  20. Desa Segedong
  21. Desa Seberkat
  22. Desa Segarau Parit
  23. Desa Matang Segarau
  24. Desa Sari Makmur
  25. Desa Rambayan
  26. Desa Sempadian
  27. Desa Capala
  28. Desa Merubung
  29. Desa Maribas
  30. Desa Seret Ayon
Sejalan dengan perkembangan, yaitu dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Kabupaten Sambas Nomor 2 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kecamatan Tekarang, maka luas wilayah Kecamatan Tebas berkurang menjadi 391,14 Km2, dengan jumlah Desa menjadi 23 desa.

Batas Wilayah

Kecamatan Tebas memiliki batas wilayah seperti berikut:
Arah Mata Angin Berbatasan dengan
Utara Kecamatan Sambas
Selatan Kecamatan Selakau dan Kabupaten Bengkayang
Timur Kecamatan Subah dan Kabupaten Bengkayang
Barat Kecamatan Tekarang dan Kecamatan Semparuk

Wilayah Administrasi

Dengan terbentuknya Kecamatan Tekarang melalui Peraturan Daerah Kabupaten Sambas Nomor 2 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kecamatan Tekarang, maka batas wilayah administrasi Kecamatan Tebas terbagi menjadi 23 Desa sebagai berikut :
No
Desa
Luas (km)2
Dusun
RW
RT
Penduduk (Jiwa)
1
Desa Tebas Kuala
12,87
4
15
29
5.491
2
Desa Tebas Sungai
45,00
5
23
49
8.259
3
Desa Sempalai
20,00
3
7
15
2.046
4
Desa Bekut
32,00
2
8
16
2.907
5
Desa Sejiram
17,15
2
4
8
1.563
6
Desa Makrampai
24,60
2
8
16
3.376
7
Desa Dungun Perapakan
9,93
2
5
10
1.835
8
Desa Mekar Sekuntum
12,87
3
6
12
2.325
9
Desa Mensere
45,00
2
7
15
3.049
10
Desa Sungai Kelambu
20,00
2
7
15
2.755
11
Desa Serindang
32,00
2
7
14
2.763
12
Desa Matang Labong
17,15
3
3
13
3.262
13
Desa Serumpun Buluh
24,60
3
8
17
1.928
14
Desa Pusaka
8,73
3
7
19
2.230
15
Desa Mak Tangguk
12,87
2
5
11
1.864
16
Desa Pangkalan Kongsi
45,00
5
10
20
3.670
17
Desa Batu Mak Jage
20,00
4
8
17
2.690
18
Desa Bukit Segoler
32,00
3
6
13
2.398
19
Desa Segedong
17,15
3
7
15
1.918
20
Desa Seberkat
24,60
3
3
9
1.941
21
Desa Segarau Parit
9,93
5
15
28
3.635
22
Desa Maribas
12,87
4
2
4
901
23
Desa Seret Ayon
45,00
3
2
5
1.447

Camat

Sejak tahun 1956 s/d sekarang pejabat-pejabat yang pernah duduk sebagai Camat yakni sebagai berikut :
No
Nama
PeriodeTahun
1
Daniel
1957-1958
2
Urai Nurdin
1958-1960
3
Urai Arwie
4
Urai Herlan
1960-1962
5
Akil Samid, BA
1962-1965
6
Karlan Kartodimejo
1965-1975
7
Mochtar Pawi, BA
1975-1980
8
M. Thamrin Djabak, BA
1980-1984
9
Syahbirin, BA
1984-1988
10
Drs. Awang Sadjiman
1988-1990
11
Marisah Syafi’ie, BA
1990-1992
12
Rustina, BA
13
Drs. Aminuddin Hardigaluh
1993-1996
14
Drs. Samingan. Z
1996-1999
15
Drs. U. Tajuddin
1999-2002
16
Zanim Marhan, S.Sos
2002-2006
17
Muzanni, S.IP. (plt. camat)
18
Heryanto, S.Sos
2007-2011
19
Asikin Ansari, S.Sos
2011-2012
20
Sugiarto, SH, MM
2012-sekarang

KECAMATAN PEMANGKAT

Pemangkat adalah kecamatan yang terbesar di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia. Dalam bahasa Tionghoa, kota kecil ini disebut 邦戛 (Hakka: Pang kat, Pinyin: Bāng jiá). Nama Pemangkat, menurut cerita diambil dari nama pendiri kota ini yaitu Pak Mangkat. Pemangkat terdiri atas beberapa suku bangsa yang mayoritas suku Melayu dan Tionghoa, minoritas suku Dayak, Jawa, dan lain-lain. Suku Tionghoa di Pemangkat berasal dari kalangan orang Hakka (客家人) dan orang Tiochiu (潮州人). Sebagian besar masyarakat Tionghoa di Pemangkat bermata pencaharian sebagai pedagang. Pemangkat mempunyai sebuah kelenteng yang bernama "Vihara Tri Dharma Bumi Raya" (Hanyu: 邦戛坡中央大伯公廟) yang merupakan tempat beribadah bagi orang-orang Tionghoa yang beragama Kong Hu Cu.

Pembentukan

Kecamatan Pemangkat pada masa Kesultanan Sambas dipimpin wakil Sultan, kemudian menjadi Distrik, dipimpin oleh seorang Demang. Sesudah Indonesia merdeka, wilayah Kecamatan Pemangkat terdiri dari Kecamatan Tebas, Kecamatan Jawai, dan Kecamatan Pemangkat. Sampai tahun 1955, wilayah ini dikoordinir oleh Kawedanan Pemangkat.
Pada tahun 1958, Kawedanan Pemangkat dipecah menjadi 3 kecamatan yang ada hingga sekarang ini, yaitu Kecamatan Pemangkat, Kecamatan Tebas, dan Kecamatan Jawai. Pada masa sekarang dengan pemekaran wilayah, Kecamatan Pemangkat telah dimekarkan lagi menjadi dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Pemangkat dan Kecamatan Semparuk.

Geografis

Kecamatan Pemangkat terletak di pesisir laut yang langsung menghadap Laut Cina Selatan. Pemangkat mempunyai pemandangan yang sangat indah yang merupakan perpaduan pemandangan gunung, laut, sungai, dan kota. Ciri khas kota ini adalah adanya sebuah gunung yang menyerupai gajah duduk, yang dinamakan Gunung Gajah. Tanjung Batu, Bukit Selindung dan Pantai Sinam merupakan ikon wisata kota pemangkat. Terdapat dua pelabuhan di Pemangkat, yaitu Pelabuhan Sintete dan Pelabuhan Seteher menjadikan Kota Pemangkat ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah. Keragaman etnis di kota ini sangat tampak.

Sejarah

Tugu peringatan tentara Belanda yang tewas dalam pertempuran tahun 1850. Foto yang diambil sekitar tahun 1920.
Kecamatan Pemangkat mempunyai sejarah yang tidak bisa dilupakan, antara lain:
  • Pusat kongsi-kongsi penambang emas china pada masa Kerajaan Kabupaten Sambas.
  • Pada masa Penjajahan Belanda, Pemangkat adalah Benteng Pertahanan yang strategis.
  • Merupakan tempat pendaratan Balatentara Jepang pertama kali di Kalimantan Barat pada tahun 1942.
Sebuah vihara di kaki gunung Gajah, pusat kota Pemangkat.
sebuah gereja yang terletak di Jl. Moh. Hambal Pemangkat.
Sebuah kelenteng di daerah Sebangkau, Pemangkat.

Batas wilayah

Batas wilayah Kecamatan Pemangkat adalah sebagai berikut:
Arah Mata Angin Berbatasan dengan
Utara Kecamatan Jawai
Selatan Kecamatan Selakau
Timur Kecamatan Semparuk
Barat Laut Natuna

Sejarah pimpinan

Sejak masa Kesultanan Kabupaten Sambas hingga tahun 1958 Pemimpin yang tercatat bertugas di Kecamatan Pemangkat, yaitu:
  1. Raden Mochammad Haidir, Gelar Pangeran Laksamana, Wakil Sultan pertama.
  2. Raden Mochammad Mangkon, Gelar Pangeran Ratu, Wakil Sultan yang kedua.
  3. Raden Mochammad Koesoemanata, Wakil Sultan yang ketiga.
  4. Raden Kadir Jayadi Ningrat, Wakil Sultan yang keempat.
  5. Mohammad Syarif, Wakil Sultan, bertugas sebagai Demang (Kepala Distrik) untuk daerah Kecamatan Pemangkat, Kecamatan Tebas, dan Kecamatan Jawai.
  6. Haji Mohammad Yasin, akhir tahun 1941, Nama Demang Kemudian diganti menjadi Gunco (Masa Pemerintahan Penjajahan Jepang).
  7. Urai Ibrahim, menjabat Gunco selama 6 Bulan.
  8. Urai Saleh, Demang Pemangkat yang berkedudukan di Singkawang tahun 1948-1950.
  9. Urai Ibrahim, menjabat kembali sebagai Demang tahun 1950-1952.
  10. Mohammad Ali Ra’is, Demang Pemangkat, Tebas dan Jawai tahun 1952-1954.
  11. Daniel, Demang tahun 1954-1958.

Wilayah administratif

Dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Kabupaten Sambas Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kecamatan Semparuk maka luas wilayah Kecamatan Pemangkat berkurang menjadi 193,75 km2, dengan wilayah administratif desa sebagai berikut:
  1. Desa Pemangkat Kota
  2. Desa Harapan
  3. Desa Penjajab
  4. Desa Parit Baru
  5. Desa Jelutung
  6. Desa Sungai Toman
  7. Desa Serunai
  8. Kabupaten Perapakan Besi
  9. Desa Salatiga
  10. Desa Serumpun
Selanjutnya, dengan pemekaran Kecamatan Salatiga maka desa di Kecamatan Pemangkat menjadi:
  1. Desa Pemangkat Kota
  2. Desa Harapan
  3. Desa Penjajab
  4. Desa Jelutung
  5. Kabupaten Perapakan Besi

Camat

Sejak tahun 1958 sampai dengan sekarang, pejabat yang pernah menjadi camat Pemangkat adalah sebagai berikut:
  1. Abdullah Hadir
  2. Marlan Kartodimeja
  3. Akil Samid
  4. Urai Aspan Ibrahim, B.A.
  5. Machmus Mi’rajd, B.A.
  6. Drs. Husin Kamarudin
  7. Drs. Kusnan D.
  8. Muchniardin, B.A.
  9. Zanim Marhan, S.Sos.
  10. Drs. U. Tajuddin, M.Si.
  11. M. Syerly, S.Sos., M.Si.
  12. Drs. Burhani B.Soni. M.Si.

KECAMATAN SELAKAU KAB SAMBAS



Selakau adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia.

Pemekaran

Selakau pada tahun 2007 mengalami pemekaran dengan melepas beberapa desa: Selakau Tua, Seranggam, Gelik, dan Buduk Sempadang menjadi sebuah kecamatan baru yakni kecamatan Selakau Timur. Sedangkan beberapa desa sisanya yakni: Parit Baru, Kuala, Semelagi Besar, Twi Mentibar, Sungai Daun, Sungai Nyirih, Sungai Rusa, Pangkalan Bemban, dan Bentunai, masih tetap dalam kecamatan Selakau.

Geografi

Luas wilayah Kec. Selakau adalah 350 km² atau 350.000 ha, dengan rincian: hutan 17.367 ha, perkebunan 6.506 ha, perkampungan 476,7 ha, perumahan 524,8 ha, ladang 1.540 ha, rawa 501 ha, perairan 336 ha, tanah kosong 1352 ha, lain-lain 1116,5 ha.
Wilayah Kec. Selakau sebagian besar terdiri dari dataran rendah, karena letaknya di pesisir Laut Natuna. Masuk ke pedalaman terdapat hutan dan bukit-bukit yang kesuburan tanahnya baik untuk pertanian dan persawahan serta perkebunan.
Suhu udara rata-rata 25-34°C. Curah hujan rata-rata 2400 milimeter per tahunnya. Pada tahun 1999/2000 curah hujan cukup tinggi, yang biasanya terjadi pada bulan September sampai dengan Desember tiap tahun. Angin bertiup sebagian besar dari sebelah utara dan barat daya,apabila angin berhembus dari arah selatan gelombang laut cukup besar sehingga para nelayan tidak berani turun ke laut.
Satu satu sungai di wilayah Selakau ialah sungai Selakau yang bermuara ke Laut Natuna. Panjang sungai 40 km sampai perbatasan dengan Kabupaten Bengkayang.

Batas

Batas-batas Kec. Selakau adalah sebagai berikut:
Utara Kecamatan Pemangkat dan Tebas
Selatan Kota Singkawang
Barat Laut Natuna
Timur Kabupaten Bengkayang

Sejarah

Kec. Selakau terbentuk pada tanggal 17 Agustus 1956 dari pemisahan antara Kecamatan Singkawang yang pada waktu itu merupakan wilayah pengembangan untuk Kabupaten Sambas.

Demografi

Penyebaran penduduk di wilayah Kec. Selakau cukup merata, menyebar di 9 desa. Penduduk keturunan Tionghoa rata-rata berdomisili di jalur sutera dan sebagian besar menguasai bidang perekonomian. Jumlah penduduk pada akhir bulan Desember 1999 berjumlah 37.926 jiwa, dan terdiri atas 19.188 laki-laki dan 18.738 perempuan. Jumlah kepala keluarga mencapai 8.478.

Camat

Sejak dibentuk pada tahun 1956 s/d sekarang pejabat-pejabat yang pernah duduk sebagai camat yakni sebagai berikut:
  1. Urai Muhammad Adil
  2. Urai Zulkarnaien
  3. Sopian Hanafi
  4. Syur’ie Nawawi, BA
  5. Urai Syukri, BA
  6. Abidin Noer, BA
  7. Syabirin Yan Ardi, BA
  8. Zainal Asyikin, BA
  9. Rahmad Basuni, BA
  10. Drs. Machdi Muhsin
  11. Drs. Urai Tajuddin
  12. Rahadi, S.Sos
  13. Sayuti, S.Sos
  14. U. Joni Darwin, S.Sos
  15. Chifni Burhanuddin, S.Sos.
  16. Tajudin BA

KECAMATAN SAMBAS



Sambas adalah sebuah kecamatan sekaligus ibu kota kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia.
Kota Sambas secara geografis terletak hampir di tengah-tengah wilayah Kabupaten Sambas. Orang yang pertama membuka dan mengembangkan Kota Sambas adalah Sultan Muhammad Tajuddin I (Raden Bima, Sultan Sambas ke-2) yang pada sekitar tahun 1683 M memindahkan pusat pemerintahan Kesultanan Sambas dari Lubuk Madung ke Muare Ulakkan (persimpangan sungai sambas, sungai teberau dan sungai subah) yang kemudian berkembang menjadi Kota Sambas sekarang ini. Sehingga perkembangan kota ini berawal dari pusat Kesultanan Sambas yang dahulu berada persis di persimpangan alur Sungai Sambas, Sungai Teberau dan Sungai Subah.
Sekarang Kota Sambas merupakan Ibu Kota Kabupaten Sambas yang secara administratif berada dalam wilayah Kecamatan Sambas. Kecamatan Sambas (lebih biasa) dipanggil oleh penduduk kabupaten sebagai Kota Sambas, yang juga berslogan "Kota Sambas Terigas". Sambas yang dikenal sekarang merupakan kota pusat pemerintahan Kesultanan Sambas, yang berpusat di Istana Alwatzikoebillah, desa Dalam Kaum. Tepat di depan istana berdiri pula sebuah masjid tua yang merupakan salah satu masjid terbesar di Kota Sambas, yaitu Masjid Agung Jami' atau Masjid Sultan Muhammad Syafi'oeddin II.
Masyarakat kota Sambas didominasi oleh suku Melayu, yaitu Melayu Sambas. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu Sambas dengan kekhasan tersendiri, yaitu pada pengucapan huruf 'e' seperti kata 'lélé' di dalam bahasa Indonesia. Kurang lebih bahasa Melayu Sambas terdengar sama seperti dialek Betawi (Jakarta), namun terdapat beberapa kosakata yang berbeda seperti kata nyak (Btw.), dalam bahasa Melayu Sambas adalah ummak. Keunikan lain dari bahasa Melayu Sambas adalah pengucapan huruf ganda, seperti pada kata bassar (besar dalam bahasa Indonesia).

Sejarah

Zaman Kolonial

Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda kecamatan Sambas merupakan sebuah onder afdeeling yang berada dibawah seorang controleur yang disebut Onder Afdeeling Chef (OAC), dan juga merupakan tempat kedudukan Sultan Sambas.
Pada zaman pendudukan Jepang kecamatan Sambas berada dibawah kekuasaan seorang Gunco.

Letak Geografis

Kecamatan Sambas terletak pada 1o11'20" - 10o24'48" LU dan 109o09'16" - 109o26'23" BT. Dengan luas 246,56 km2, wilayah kecamatan Sambas mencakup sekitar 0,64% dari wilayah kabupaten Sambas.[1]
Berikut merupakan batas-batas wilayah kecamatan Sambas:
Utara Kecamatan Teluk Keramat dan Sejangkung
Selatan Kecamatan Subah
Barat Kecamatan Sebawi
Timur Kecamatan Subah

Pembagian Wilayah

Kecamatan Sambas terbagi dalam 18 wilayah desa dengan desa Lumbang sebagai desa terluas dan desa Pasar Melayu sebagai desa terkecil.
Daftar desa di kecamatan Sambas berdasarkan luasnya.
Nama Desa Luas Wilayah (km2)
Lumbang 40,00
Dalam Kaum 32,00
Lubuk Dagang 28,75
Gapura 27,10
Kartiasa 25,00
Sungai Rambah 23,20
Sumber Harapan 22,56
Sebayan 12,0
Semangau 10,00
Saing Rambi 8,10
Lorong 7,92
Tanjung Mekar 3,62
Jagur 2,20
Durian 1,35
Tumuk Manggis 0,89
Pendawan 0,80
Tanjung Bugis 0,48
Pasar Melayu 0,43

Sarana Pendidikan

Taman Kanak-Kanak(TK)

Nama Alamat (Desa)
TK PKK Dalam Kaum Dalam Kaum
TK Amkur Sambas Durian
TK Pembina Negeri Sambas Saing Rambi
TK Bhineka Sambas Jagur
TK Babul Janah Pasar Melayu
TK Satu Atap SDS TIS Tanjung Bugis
TK Happy Kid's Lumbang
TK LKMD Tumuk Manggis Tumuk Manggis

Sekolah Dasar (SD)

Nama Alamat (Desa)
SDN 1 Tanjung Mentawa Tanjung Mekar
SDN 2 Dalam Kaum Dalam Kaum
SDN 3 Durian Sambas Durian
SDN 4 Nagur Jagur
SDN 5 Durian Durian
SDN 6 Dalam Kaum Dalam Kaum
SDN 7 Pendawan Pendawan
SDN 8 Kartiasa Kartiasa
SDN 9 Lumbang Lumbang
SDN 10 Perasak Gapura
SDN 11 Segarau Gapura
SDN 12 Sungai Rambah Sungai Rambah
SDN 13 Semberang Sumber Harapan
SDN 14 Semangau Semangau
SDN 15 Kartiasa Kartiasa
SDN 16 Saing Rambi Saing Rambi
SDN 17 Sungai Puguk Gapura
SDN 18 Sedayan Sebayan
SDN 19 Sebambang Sebayan
SDN 20 Lorong Lorong
SDN 21 Tumuk Tumuk Manggis
SDN 22 Lubuk Lagak Lubuk Dagang
SDN 23 Sulur Medan Sumber Harapan
SDN 24 Dagang Barat Lubuk Dagang
SDN 25 Lumbang Kramat Lumbang
SDN 26 Setambah Sungai Rambah
SDN 27 Kartiasa Kartiasa
SDN 28 Perum I
SDS Tarbiyatul Islam Tanjung Bugis
SDS Amkur Sambas Durian

Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs)

Nama Alamat (Desa)
SMPN 1 Sambas Tumuk Manggis
SMPN 2 Sambas Durian
SMPN 3 Sambas Jagur
SMPN 4 Sambas Kartiasa
SMPN 5 Sambas Sumber Harapan
MTs Ponpes M. Basiuni Imran (PPMBI) Dalam Kaum
SMPS Amkur Durian

Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/MA/SMK)

Nama Alamat (Desa)
SMK Subur Insani Sebayan
SMA Panca Bhakti Jagur
SMA Muhammadiyah Tumuk Manggis
SMA Bonaventura Durian
MAN Sambas Sebayan
SMKN 1 Sambas Durian
SMAN 1 Sambas Tumuk Manggis
SMAN 2 Sambas Sungai Rambah

Perguruan Tinggi (PT)

Nama Alamat (Desa)
Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Swasta (STAIS) Muhammad Basiuni Imran Dalam Kaum
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sultan Muhammad Tsafieuddin II Sebayan
Politeknik Terpikat Sambas (POLTESA) Sebayan

Sarana Kesehatan

Rumah Sakit (RS)

Nama Alamat (Desa)
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas Tumuk Manggis
Rumah Sakit (RS) Elizabeth Durian

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)

Nama Alamat (Desa)
Puskesmas Sambas Dalam Kaum
Puskesmas Semberang Sumber Harapan
Puskesmas Pembantu Terigas Saing Rambi

Objek Wisata

Nama Alamat (Desa)
Istana Alwatzikoebillah Dalam Kaum
Masjid Jami' Sambas Dalam Kaum
Komplek Makam Kesultanan Dalam Kaum
Geratak Asam Dalam Kaum
Geratak Batu Durian
Museum Sambas (Kediaman H. Sood) Tumuk Manggis
Muare Ulakkan Dalam Kaum
Tugu Perjuangan Durian
Rumah Melayu Tua (Kediaman Maharaja Imam M. Basiuni Imran) Lubuk Dagang

Makanan dan Kerajinan Khas Sambas

Kota Sambas juga terkenal dengan kain tenunnya, yaitu Kain Tenun Songket Sambas (dikenal pula dengan sebutan Kain Lunggi) yang memiliki berbagai macam corak/motif dan warna. Produksi kain terdapat di desa Jagur dan Sumber Harapan. Kota Sambas memiliki panganan khas, yang paling terkenal adalah Bubbor Paddas (Bubur Pedas). Selain itu juga ada Bubbor Ambo' (Bubur Ambo'), Tempuyyak (Tempoyak), dan Padda'.

Camat

Tahun Nama Camat
1952-1953 Urai Ibrahim
1954-1955 Syarif Thaha Alkadri
1956-1958 Urai Ahmad Aria
1958-1960 Asmunie Mursal
1960-1962 Abang Abdullah
1963-1970 -
1971-1975 Yusran, B.A.
1975-1980 Husin Kamarudin, B.A.
1980-1988 Urai Aspan Ibrahim, B.A.
1988-1990 Drs. Syamsudin Yusuf
1990-1993 Drs. Thamrin Djabak
1993-1998 Drs. Zulkifli
1998-1999 Marisah Syafi'i, S.Sos.
1999-2001 Drs. Samingan Z.
2001-2010 Urai Burhanuddin, S.Sos.
2010-2014 Yusran, S.Sos.

TINGKAH PENGANTIN BARU